Kenali 10 Jenis Suplemen Diet Terbaik untuk Turunkan Berat Badan

Tertarik mencoba suplemen diet?

Atau, Anda merupakan salah satu konsumen setia dari merek suplemen diet tertentu?

suplemen diet

Jika sudah, mungkin sekarang saatnya Anda berpikir ulang.

Karena, studi The New England Journal of Medicine (2015) melaporkan bahwa lebih dari 23.000 orang mengalami keracunan obat atau overdosis suplemen diet dari tahun 2004-2013, di mana hal ini khususnya dialami konsumen di rentang usia 20-34 tahun di Amerika Serikat.

Secara total, ada lebih dari 2.000 orang dari berbagai usia yang masuk IGD akibat salah konsumsi suplemen penurun berat badan setiap tahunnya.

Namun, jika Anda belum sempat mencoba produk ini, ada baiknya Anda membaca panduan ini terlebih dahulu.

Panduan ini akan membantu Anda memahami tentang suplemen untuk diet dari A sampai Z.

Termasuk:

  1. Apa itu suplemen diet?
  2. Bagaimana cara kerjanya?
  3. Jenis-jenis suplemen ?
  4. Efek samping yang sering muncul?
  5. Panduan mengonsumsi suplemen diet yang aman.

Simak artikel ini sampai akhir.

Mengenal Suplemen Diet

Suplemen diet adalah semua yang pengguna konsumsi sebagai pelengkap makanan dengan tujuan menurunkan berat badan.

Karena itu, Anda mungkin mendapati suplemen ini dalam bentuk:

  1. obat penurun berat badan,
  2. pil diet,
  3. obat pelangsing,
  4. minuman diet,
  5. dan semacamnya.

Tujuannya sama, yakni guna menurunkan berat badan.

Karena, menurut riset, ternyata banyak orang yang merasa tidak puas dengan bentuk dan berat badannya sendiri.

Di Inggris, jumlahnya mencapai 79%.

Sedangkan, di Nigeria, hasilnya bervariasi antara 10%-83% sesuai kondisi berat badannya.

Tentunya, mereka yang tidak puas akan mencari cara untuk mendapatkan berat badan yang ideal.

Termasuk lewat obat pelangsing atau penurun berat badan.

Sayangnya, seringkali iklan produsen suplemen ini overvalued terhadap produknya.

Akibatnya, banyak pengguna yang menganggap produk tersebut sebagai obat ajaib penurun berat badan yang ampuh.

Bahkan, walau tanpa mengurangi asupan makan sekalipun.

Absurd, bukan?

Lebih lagi, masih ada pula konsumen yang kurang paham mengenai obat apa yang mereka konsumsi dan hanya mengandalkan testimoni.

Cara Kerja Suplemen Diet

Padahal, testimoni gampang dibuat apalagi yang online.

Makanya, memahami cara kerja pil pelangsing yang Anda konsumsi akan lebih bermanfaat.

Jika Anda sudah membaca artikel tentang cara diet sehat, Anda pasti paham 2 faktor yang mempengaruhi berat badan.

  1. masukan kalori
  2. jumlah kalori yang dibakar.

Cara membatasi masukan kalori ada 2:

  1. bekerja langsung menekan nafsu makan; dan
  2. mengurangi penyerapan di usus.

Sedangkan, untuk meningkatkan pembakaran kalori, caranya dengan:

  1. meningkatkan metabolisme secara aktif (stimulan); dan
  2. memperlancar metabolisme.

Maka dari itu, masing-masing suplemen diet dapat masuk ke dalam tipe berikut.

  1. A = menekan nafsu makan,
  2. B = menghalangi absorpsi, dan
  3. C = meningkatkan metabolisme. 

Pembagian cara kerja di atas hanya untuk mempermudah pemahaman tentang jenis suplemen ini.

Faktanya, beberapa obat pelangsing, seperti Contrave, bisa mengambil alih ketiga fungsi di atas sekaligus.

Jenis Obat Pelangsing atau Penurun Berat Badan

Secara umum obat pelangsing dibedakan menjadi 2, yaitu :

  1. harus dengan resep dokter, contoh: Contrave, Phentermine, dan Qysmia
  2. dan dijual bebas.

Nah, golongan yang dijual bebas inilah yang mendapat sebutan suplemen diet.

Keterangan lebih lengkap mengenai jenis, cara kerja, dan efek samping masing-masing suplemen bisa Anda lihat di tabel berikut:

Lalu, mana yang lebih baik?

Apakah obat pelangsing yang harus dengan resep dokter lebih manjur?

Tidak juga.

Faktanya, tidak ada penurunan berat badan secara signifikan meski menggunakan obat resep dokter berdasarkan hasil riset di Amerika Serikat tahun 2014 lalu.

Bahkan, apabila Anda memiliki gangguan ginjal kronik, baik obat pelangsing dari dokter maupun suplemen yang dijual bebas bisa meningkatkan risiko gagal ginjal.

Karena itu, Anda perlu memahami panduan cara aman mengonsumsinya yang aman.

Cara Aman Mengonsumsi Suplemen Diet

Jadi, apakah konsumsi suplemen diet ada efeknya?

Ya, masing-masing suplemen mengandung zat aktif yang jelas punya efek tersendiri.

Namun, teknik marketing yang overvalued dan overclaimed membuat hasil yang dimiliki tak sebesar yang dikatakan.

Ya, wajar saja. Market revenue penurunan berat badan itu besar sekali.

keuntungannya hingga tahun 2025 diperkirakan bakal sebesar USD 185 miliar atau setara 2.500 triliun rupiah menurut Adroit Market Research.

Lalu, bagaimana rekomendasi konsumsinya untuk melangsingkan atau menurunkan berat badan?

Sebelumnya, Anda perlu memahami panduan umumnya.

Pertama, suplemen hanyalah pelengkap, bukan obat ajaib.

Kalau Anda berharap hanya dengan konsumsi suplemen tersebut, lalu lemak meleleh dengan sendirinya dari tubuh Anda, itu namanya mimpi.

Kedua, pola makan dan aktivitas masih jadi kunci utama dalam penurunan berat badan.

Ketiga, ekstrak zat aktif dari bahan alami pun masih punya efek samping.

Karena itu, Anda tetap perlu memperhatikan seberapa banyak yang Anda konsumsi.

Terakhir, bentuk alami (bukan ekstrak) relatif lebih aman karena punya kandungan lain yang dapat saling mengoptimalkan.

Yaitu, dengan mengonsumsi bentuk alaminya.

Contohnya, mengonsumsi CLA secara langsung jangka panjang bisa berefek pada perlemakan hati.

Tapi, mengonsumsinya dalam bentuk susu kambing etawa akan lebih aman untuk jangka panjang.

Karena risiko overdose akan sangat berkurang. 

Dan, tentu kandungan susu kambing etawa lainnya seperti DHA dan Omega-3 yang turut memberikan pengaruh positif.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Suplemen Diet

Suplemen diet apa yang terbukti menurunkan berat badan?

Glucomannan, CLA, dan Orlistat terbukti mengurangi berat badan. Sedangkan kafein, ekstrak teh hijau, dan kopi hijau terbukti meningkatkan pembakaran lemak.

Pil pelangsing apa yang paling efektif?

Qsymia (kombinasi Phentermine-Topiramate) hingga kini menjadi pil pelangsing paling efektif. Namun, penggunaannya harus dengan resep dokter.

Suplemen diet apa yang aman?

Suplemen diet dalam bentuk alami (non-ekstrak) memiliki efek invasif yang minimalis. Karena itu, relatif lebih aman.

Contoh, konsumsi CLA dari susu kambing lebih aman untuk jangka panjang daripada CLA dalam bentuk suplemen.

Penutup

Konsumen suplemen diet cukup banyak. Karena, ternyata banyak orang yang merasa kurang puas dengan berat badannya.

Sayangnya, salah konsumsi suplemen justru dapat mengantarkan Anda ke rumah sakit.

Karena itu, memahami cara kerja suplemen diet bisa membantu menjaga kesehatan Anda saat menurunkan berat badan.

Setiap suplemen punya kelebihan dan kekurangan, termasuk efek samping.

Nah, bagaimana pengalaman Anda mengonsumsi suplemen diet?

Apakah lancar dan efektif? Atau, adakah efek samping obat pelangsing yang Anda rasakan? Silakan berbagi di kolom komentar.

Anda juga bisa membagikan artikel ini agar semakin banyak yang menyadari info penting suplemen diet ini.

Juga, jangan lewatkan untuk bergabung dengan newsletter blog Supergoat Indonesia untuk mendapatkan informasi terbaru seputar gaya hidup sehat langsung di inbox Anda.

Leave a Comment

WeCreativez WhatsApp Support
Salsa Winarno
Selamat datang, admin Salsa siap membantu 😊